Bahan-bahan
Tepung ketan putih : ½ kg
Gula merah : ¼ kg cairkan
Gula putih : ¼ kg (sesuaikan dengan selera)
Santan : 1 butir kelapa
Daun pandan : 3 lbr
Garam : secukupnya
Cara memasak
Campur tepung ketan, garam dan air ulenin sampai adonan menjadi kalis.
Setelah kalis, buat bola-bola kecil sebesar kelereng.
Campur air gula merah dan santan, masak hingga mendidih (jangan lupa masukkan daun pandan untuk menambah wangi masakan), setelah mendidih masukkan bola-bola ketan kedalam air santan dan gula. Setelah bol-bola itu mengapung berarti bola-bola tersebut telah matang. Angkat. Siap untuk disantap.
Biasanya disiram dengan sedikit santan kental, untuk mempercantik hidangan.
Minggu, 08 Maret 2009
Godok-godok
Teman-teman pasti heran ini nama kok jelek amat sih! Ya nama makanan ini godok-godok jenis kue yang digoreng. Mungkin namanya godok-godok karena semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue ini digodok menjadi satu. Jadi itulah sebabnya orang-orang di daerah ku menyebutnya godok-godok. Cara buat dan bahannya sederhana tapi rasanya cukup enak. Ingin tahu caranya? Baiklah nih saya beritahukan bahan-bahan yang diperlukan
Bahan-bahan:
Pisang kepok (atau jenis lainnya) : 1 sisir (kalau bisa yang sudah lembek)
Kelapa parut : ½ butir
Terigu : ½ Kg
Gula putih : ¼ atau kalau ingin lebih manis atau kurang dapat disesuaikan dengan selera
Garam : secukupnya (Ingat setiap masak harus selalu pakai garam sedikit biar lemak dan rasanya tidak cempreng).
Minyak goreng : untuk menggoreng
Cara buat
Pisang ditim , masukkan tepung, kelapa, gula dan garam.
Goreng dalam minyak panas, besarnya sesuai selera. Boleh masukkan satu sendok makan.
Setelah harum dan agak kekuningan angkat.
Godok-godok siap untuk di makan.
Opungku punya versi lain untuk masak godok-godok ini dia menyebutnya lempeng. Kupikur hanya aku dan saudara-saudaraku yang megetahui nama ini ternyata temanku juga tahu nama makanan ini. Atau mungkin setiap suku melayu asli atau keturunannya yang masih diperkenalkan dengan kebudayaan dan makanan khas melayu mengetahui jenis makanan ini. Sebab temanku yang mengetahui nama makanan ini juga suku Melayu. Aku sendiri sih bukan suku Melayu asli, tapi opungku yang asli Melayu selalu memperkenalkan kebudayaannya.
Lempeng terbuat dari bahan yang sama dengan godok-godok tetapi cara memasaknya yang berbeda. Lempeng dimasak diatas daun, daun tersebut diolesi dengan sedikit minyak. Letakkan sesendok atau dua sendok bahan adonan godok-godok keatas daun lalu tutupi lagi dengan daun. Masak diatas kuali yang panas. Bolak-balik lempeng sampai matang. Jika lempeng telah matang kita dapat menyantapnya, ehmmmm bau harum daun bakar menambah nikmat lempeng tersebut.
Bahan-bahan:
Pisang kepok (atau jenis lainnya) : 1 sisir (kalau bisa yang sudah lembek)
Kelapa parut : ½ butir
Terigu : ½ Kg
Gula putih : ¼ atau kalau ingin lebih manis atau kurang dapat disesuaikan dengan selera
Garam : secukupnya (Ingat setiap masak harus selalu pakai garam sedikit biar lemak dan rasanya tidak cempreng).
Minyak goreng : untuk menggoreng
Cara buat
Pisang ditim , masukkan tepung, kelapa, gula dan garam.
Goreng dalam minyak panas, besarnya sesuai selera. Boleh masukkan satu sendok makan.
Setelah harum dan agak kekuningan angkat.
Godok-godok siap untuk di makan.
Opungku punya versi lain untuk masak godok-godok ini dia menyebutnya lempeng. Kupikur hanya aku dan saudara-saudaraku yang megetahui nama ini ternyata temanku juga tahu nama makanan ini. Atau mungkin setiap suku melayu asli atau keturunannya yang masih diperkenalkan dengan kebudayaan dan makanan khas melayu mengetahui jenis makanan ini. Sebab temanku yang mengetahui nama makanan ini juga suku Melayu. Aku sendiri sih bukan suku Melayu asli, tapi opungku yang asli Melayu selalu memperkenalkan kebudayaannya.
Lempeng terbuat dari bahan yang sama dengan godok-godok tetapi cara memasaknya yang berbeda. Lempeng dimasak diatas daun, daun tersebut diolesi dengan sedikit minyak. Letakkan sesendok atau dua sendok bahan adonan godok-godok keatas daun lalu tutupi lagi dengan daun. Masak diatas kuali yang panas. Bolak-balik lempeng sampai matang. Jika lempeng telah matang kita dapat menyantapnya, ehmmmm bau harum daun bakar menambah nikmat lempeng tersebut.
Toge Panyabungan
Toge Panyabungan? Pasti orang bertanya-tanya jenis toge seperti apa itu? Bagaimana rupanya? Berasal dari mana? Toge panyabungan adalah sejenis makanan atau minuman, bisa dibilang makanan atau minuman tergantung orang ingin mengkategorikan ini kemana. Entah darimana asal muasal namanya, saya sendiri kurang paham. Mungkin toge panyabungan ini dari daerah Panyabungan bagian selatan dari Sumatera Utara. Tapi di Medan (Sumatera Utara) jenis makanan atau minuman ini cukup terkenal.
Biasanya makanan atau minuman ini dijual oleh mereka yang bersuku Mandailing. Ehmmm rasanya ma’nyus sekali apalagi kalau dimakan atau diminum dengan campuran es batu (weeeeeenak dan segar). Adapun bahan campuran dari toge panyabungan ini adalah:
Lupis
Candil
Ketan hitam
Tape ketan putih
Cendol
Santan
Gula merah cair.
Campurkan semua jenis bahan-bahan diatas, maka jadilah toge panyabungan. Campuran tape ketannya akan memberikan rasa asam tapi segar yang membuat makanan atau minuman ini menjadi enak.
Di Medan sendiri makanan atau minuman ini banyak dijumpai saat bualan Ramadhan. Orang-orang yang berjualan kue untuk ta’jil Ramadhan menjual makanan atau minuman ini. Namun ada juga yang menjualnya setiap hari tanpa mengenal bulan Ramadhan atau tidak dulu sih yang aku tahu tempat jualannya di daerah sekitar jalan Karya. Ada seorang bapak-bapak yang menjualnya, tapi sekarang aku tidak melihatnya lagi. Mungkin ia pindah jualan. Dan satu lagi daerah sekitar jalan Gereja.
Biasanya makanan atau minuman ini dijual oleh mereka yang bersuku Mandailing. Ehmmm rasanya ma’nyus sekali apalagi kalau dimakan atau diminum dengan campuran es batu (weeeeeenak dan segar). Adapun bahan campuran dari toge panyabungan ini adalah:
Lupis
Candil
Ketan hitam
Tape ketan putih
Cendol
Santan
Gula merah cair.
Campurkan semua jenis bahan-bahan diatas, maka jadilah toge panyabungan. Campuran tape ketannya akan memberikan rasa asam tapi segar yang membuat makanan atau minuman ini menjadi enak.
Di Medan sendiri makanan atau minuman ini banyak dijumpai saat bualan Ramadhan. Orang-orang yang berjualan kue untuk ta’jil Ramadhan menjual makanan atau minuman ini. Namun ada juga yang menjualnya setiap hari tanpa mengenal bulan Ramadhan atau tidak dulu sih yang aku tahu tempat jualannya di daerah sekitar jalan Karya. Ada seorang bapak-bapak yang menjualnya, tapi sekarang aku tidak melihatnya lagi. Mungkin ia pindah jualan. Dan satu lagi daerah sekitar jalan Gereja.
RENDANG
Bahan-bahan
1 kg daging sapi segar
Santan kental dari 3 butir kelapa
Bumbu yang dihaluskan
Bawang merah : 2 ons
Cabe merah : 1 ons
Cabe rawit : 20 buah
Ketumbar : 1 sendok makan (disangrai)
Lengkuas : besarnya kira-kira 2 induk jari
Jahe : 2 ruas jari
Serai : 4 batang (iris halus)
Kelapa sangria : 1 ons
Bawang putih : 1 siung
Garam : secukupnya
Daun-daun yang dibutuhkan
Daun kunyit : 2 lbr
Daun jeruk nipis : 5 lembar (Di iris)
Cara buat:
Semua bumbu dihaluskan.
Campurkan bumbu, santan, dan daging, masak hingga santan mengering dan daging matang.
Pada saat santan hampir mengering, masukkan daun kunyit dan daun jeruk nipis.
Jika santan sudah mengering dan daging sudah matang rendang siap untuk disantap.
1 kg daging sapi segar
Santan kental dari 3 butir kelapa
Bumbu yang dihaluskan
Bawang merah : 2 ons
Cabe merah : 1 ons
Cabe rawit : 20 buah
Ketumbar : 1 sendok makan (disangrai)
Lengkuas : besarnya kira-kira 2 induk jari
Jahe : 2 ruas jari
Serai : 4 batang (iris halus)
Kelapa sangria : 1 ons
Bawang putih : 1 siung
Garam : secukupnya
Daun-daun yang dibutuhkan
Daun kunyit : 2 lbr
Daun jeruk nipis : 5 lembar (Di iris)
Cara buat:
Semua bumbu dihaluskan.
Campurkan bumbu, santan, dan daging, masak hingga santan mengering dan daging matang.
Pada saat santan hampir mengering, masukkan daun kunyit dan daun jeruk nipis.
Jika santan sudah mengering dan daging sudah matang rendang siap untuk disantap.
Selasa, 17 Februari 2009
Daun Singkong (Ubi) Tumbuk
Siapa sih suku batak atau orang yang tinggal di pulau Sumatera yang tidak mengenal makanan ini. Di Sumatera khususnya Sumut makanan in terkenal dengan sebutan daun ubi tumbuk. Makanan yang dibuat dari daun ubi (ubi yang dimaksud disini adalah ubi kayu atau singkong) memiliki cita rasa yang khas. Ya, daun ubi tumbuk makanan khas suku Batak ini bisa menambah napsu makan menjadi dua atau tiga kali lipat. Apalagi jika ditambah hidangan sambal blacan (sambal terasi) plus ikan asin. Alammmmmaaaaaaaaaaaaak enaknya.
Bagi teman-teman yang belum pernah mencobanya , saya sarankan untuk mencobanya. Dijamin pasti ketagihan. Bahan dan cara membuatnya gampang kok, berikut ini bahan dan caranya:
Bahan:
Daun singkong (daun ubi)
Santan dari 1 butir kelapa ukurannya tergantung kita aja kalau mau kental sedikit saja airnya, tapi kalau mau encer atau kurang suka yang terlalau berlemak dan kental airnya banyak. Karena santan dipergunakan untuk kuahnya maka disesuaikan dengan banyaknya daun singkong yang dimasak)
Kencong (kincung)
Rimbang (tekokak atau cempokak, ah saya bingung namanya karena lain tempat lain namanya)
Kunyit : 2 cm
Jahe : 2 cm
Bawang merah: 5 siung
Cabe merah (sesuai selera, kalau mau pedas yah boleh banyak, kalau tidak mau pedas sedikit saja)
Ebi atau kepala ikan (ikan) yang sudah digoreng dijadikan penyedap rasa.
Garam secukupnya.
Cara Memasak:
Masukkan daun singkong, kencong, rimbang, kunyit, jahe dan bawang merah kedalam lesung lalu tumbuk semua bahan sampai halus (sesuai selera, jika tidak ingin terlalau halus boleh juga)
Didihkan santan, lalu masukkan bahan yang telah ditumbuk, ebi atau kepala ikan, masak hingga matang.
Daun ubi tumbuk siap dihidangkan. Makanlah dengan nasi hangat, sambal blacan, ikan asin atau dencis goreng. Ehmmmmm dengan sayur ini bisa menambah napsu makan menjadi 3 kali lipat.
Bagi teman-teman yang belum pernah mencobanya , saya sarankan untuk mencobanya. Dijamin pasti ketagihan. Bahan dan cara membuatnya gampang kok, berikut ini bahan dan caranya:
Bahan:
Daun singkong (daun ubi)
Santan dari 1 butir kelapa ukurannya tergantung kita aja kalau mau kental sedikit saja airnya, tapi kalau mau encer atau kurang suka yang terlalau berlemak dan kental airnya banyak. Karena santan dipergunakan untuk kuahnya maka disesuaikan dengan banyaknya daun singkong yang dimasak)
Kencong (kincung)
Rimbang (tekokak atau cempokak, ah saya bingung namanya karena lain tempat lain namanya)
Kunyit : 2 cm
Jahe : 2 cm
Bawang merah: 5 siung
Cabe merah (sesuai selera, kalau mau pedas yah boleh banyak, kalau tidak mau pedas sedikit saja)
Ebi atau kepala ikan (ikan) yang sudah digoreng dijadikan penyedap rasa.
Garam secukupnya.
Cara Memasak:
Masukkan daun singkong, kencong, rimbang, kunyit, jahe dan bawang merah kedalam lesung lalu tumbuk semua bahan sampai halus (sesuai selera, jika tidak ingin terlalau halus boleh juga)
Didihkan santan, lalu masukkan bahan yang telah ditumbuk, ebi atau kepala ikan, masak hingga matang.
Daun ubi tumbuk siap dihidangkan. Makanlah dengan nasi hangat, sambal blacan, ikan asin atau dencis goreng. Ehmmmmm dengan sayur ini bisa menambah napsu makan menjadi 3 kali lipat.
Kue Sabun (Tepur Banda)
Ada berbagai sebutan untuk nama kue ini. Suku melayu Deli pada umumnya menyebutnya kue sabun apabila memasaknya hanya dikukus, apabila setelah dikukus dibakar atau dioven namanya berubah menjadi tepur banda. Sementara suku melayu lain menyebutnya bolu kemoja (kue kemoja), mungkin sedikit berbeda dari bentuk cetakan. Tapi kalau menurut saya, cita rasanya sama saja. Warnanya yang hijau dan harum panda membuat kue ini semakin nyami. Apalagi tepur banda ada bau harum bakaran karena proses pembuatanya yang dibakar.
Karena saya tinggal didaerah melayu deli Sumut maka saya lebih akrab untuk menyebutkan kue ini dengan nama kue sabun atau tepur banda. Kue ini menurut saya yang paling enak apabila dibuat oleh nenek Ida atau nenek Atik (kalau masih ada opung perempuan saya, yang paling enak sih dibuat oleh opung). Namun demikian buatan nek Ida dan nek Atik tak kalah enaknya. Walaupun demikian teman-teman juga bisa mencoba membuatnya sendiri, berikut ini bahan dan cara pembuatannya:
Bahan:
Tepung terigu (bagus) : ½ kg
Santan dari I butir kelapa : ± 3 gelas (400 ml – 600 ml)
Telur ayam (lebih baik telur ayam kampong, tapi kalau tidak ada telur ayam negeri juga bisa) 1 butir (jika telur ayam kampung putih dan kuningnya ikut, kalau ayam negeri kuningnya saja)
Garam secukupnya
Gula : ½ kg (bagi yang senang manis, namun dapat mengurangi atau menambahkannya sesuai selera)
Pandan : Blender ambil sarinya, digunakan sebagai pewarna hijau kue dan membuat kue menjadi harum, tapi jika tidak ada bisa diganti dengan esens pandan.
Cara memasak:
Masukkan tepung terigu, santan, gula telur, garam dan sari pandan aduk sampai merata.
Masukkan dalam cetakan (menurut saya cetakan sesuai selera saja, bisa menggunakan cetakkan untuk bolu dan cake dan lain sebagainnya). Lalu kukus sampai matang.
Nah jadilah kue sabun. Kalau mau jadi kue tepur banda bakarlah kue tersebut dalam oven. Atau langsung saja dimasukkan dalam oven tanpa harus dikukus, bakar hingga matang.
Kue tepur banda, bolu koja atau kue sabun siap untuk dihidangkan.
Jika tidak ingin repot memasaknya, teman-teman yang ingin mencobanya dapat memesan kue khas melayu ini kepada nek Ida atau nek Atik.
Alamatnya, Jalan K. L. Yos Sudarso Link I. No 44 atau No. 58.
Kelurahan Pulo Brayan Kec. Medan Barat. Medan, Sumut. Di jamin kue buatan mereka enak.
Karena saya tinggal didaerah melayu deli Sumut maka saya lebih akrab untuk menyebutkan kue ini dengan nama kue sabun atau tepur banda. Kue ini menurut saya yang paling enak apabila dibuat oleh nenek Ida atau nenek Atik (kalau masih ada opung perempuan saya, yang paling enak sih dibuat oleh opung). Namun demikian buatan nek Ida dan nek Atik tak kalah enaknya. Walaupun demikian teman-teman juga bisa mencoba membuatnya sendiri, berikut ini bahan dan cara pembuatannya:
Bahan:
Tepung terigu (bagus) : ½ kg
Santan dari I butir kelapa : ± 3 gelas (400 ml – 600 ml)
Telur ayam (lebih baik telur ayam kampong, tapi kalau tidak ada telur ayam negeri juga bisa) 1 butir (jika telur ayam kampung putih dan kuningnya ikut, kalau ayam negeri kuningnya saja)
Garam secukupnya
Gula : ½ kg (bagi yang senang manis, namun dapat mengurangi atau menambahkannya sesuai selera)
Pandan : Blender ambil sarinya, digunakan sebagai pewarna hijau kue dan membuat kue menjadi harum, tapi jika tidak ada bisa diganti dengan esens pandan.
Cara memasak:
Masukkan tepung terigu, santan, gula telur, garam dan sari pandan aduk sampai merata.
Masukkan dalam cetakan (menurut saya cetakan sesuai selera saja, bisa menggunakan cetakkan untuk bolu dan cake dan lain sebagainnya). Lalu kukus sampai matang.
Nah jadilah kue sabun. Kalau mau jadi kue tepur banda bakarlah kue tersebut dalam oven. Atau langsung saja dimasukkan dalam oven tanpa harus dikukus, bakar hingga matang.
Kue tepur banda, bolu koja atau kue sabun siap untuk dihidangkan.
Jika tidak ingin repot memasaknya, teman-teman yang ingin mencobanya dapat memesan kue khas melayu ini kepada nek Ida atau nek Atik.
Alamatnya, Jalan K. L. Yos Sudarso Link I. No 44 atau No. 58.
Kelurahan Pulo Brayan Kec. Medan Barat. Medan, Sumut. Di jamin kue buatan mereka enak.
Nasil Kebuli
Bahan:
Beras : ½ kg
Ayam : ¼ kg
Kaldu ayam : 700 ml
Pala : ¼ buah, giling halus
Kapulaga : 2 butir
Cengkih : 2 butir
Sereh : 1 tangkai, memarkan
Santan : 400 ml (secukupnya seseuaikan dengan ukuran yang biasa anda pergunakan untuk memasak beras)
Bayang goreng secukupnya untuk taburan
Bumbu yang dihaluskan
Bawang merah : 4 siung
Bawang putih : 2 siung
Ketumbar sangria : ½ sdm
Jintan sangria : ¼ sdt
Adas sangria : ¼ sdt
Lada : ½ sdt
Jahe : 1 cm
Garam secukupnya
Cara memasaknya:
1. Haluskan semua bumbu,
2. Rebus ayam untuk mengambil kaldunya.
3. Masukkan beras, kaldu ayam dan ayamnya, bumbu giling, santan. Masak hingga beras matang
4. Setelah beras matang, hidangkan dengan taburan bawang goreng.
Beras : ½ kg
Ayam : ¼ kg
Kaldu ayam : 700 ml
Pala : ¼ buah, giling halus
Kapulaga : 2 butir
Cengkih : 2 butir
Sereh : 1 tangkai, memarkan
Santan : 400 ml (secukupnya seseuaikan dengan ukuran yang biasa anda pergunakan untuk memasak beras)
Bayang goreng secukupnya untuk taburan
Bumbu yang dihaluskan
Bawang merah : 4 siung
Bawang putih : 2 siung
Ketumbar sangria : ½ sdm
Jintan sangria : ¼ sdt
Adas sangria : ¼ sdt
Lada : ½ sdt
Jahe : 1 cm
Garam secukupnya
Cara memasaknya:
1. Haluskan semua bumbu,
2. Rebus ayam untuk mengambil kaldunya.
3. Masukkan beras, kaldu ayam dan ayamnya, bumbu giling, santan. Masak hingga beras matang
4. Setelah beras matang, hidangkan dengan taburan bawang goreng.
Langganan:
Postingan (Atom)